Karakter Setiap manusia tentulah berbeda antara satu dengan lainnya.
Peserta didik-pun begitu.
Karakter setiap anak pastilah berbeda, sesuai lingkungan di mana mereka tumbuh. Mereka tumbuh dengan membawa kemampuannya masing-masing dan dengan cara mereka masing-masing. Oleh sebab itu tidaklah bijak apabila kita menuntut mereka untuk tumbuh dengan cara yang sama.
Meng-generalisasi-kan setiap anak harus mampu dalam setiap mata pelajaran adalah tindakan yang kurang tepat apabila kita berbicara tentang karakter manusia.
Ingat, mereka berbeda. Dengan kata lain, mereka tidak harus mampu melakukan segala hal dengan sempurna. Mereka hanya perlu melakukan hal yang mereka kuasai dengan benar. Dan itulah tugas kita para pendidik untuk membantu mereka menemukan hal yang mereka kuasai.
Berikut merupakan contoh kecil bagaimana cara melihat karakter peserta didik dalam melakukan sebuah kegiatan. Sehingga para pendidik dapat mengenal kemampuan (potensi) setiap individu dalam bidang tertentu.
dalam tulisan kali ini, penulis ingin menunjukkan kegiatan nyata di kelas kami yang dapat memberikan gambaran bagaimana cara mengenali karakter peserta didik dalam bidang kepercayaan diri tiap individu. Mungkin akan terlihat karakter yang tidak percaya diri, kurang percaya diri, percaya diri, dan sangat percaya diri.
Semua perbedaan karakter tersebut bukanlah menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah : "Apabila Pendidik tidak mampu mengenali karakter mereka".
Sumber video dapat diklik di bawah ini:
Kegiatan tersebut dilakukan di dalam kelas IIIa Tahun ajaran 2011-2012, SDN Karangrejo 1.
Setelah peserta didik mampu menyayikan lagu yang telah diajarkan, berikan kesempatan kepada mereka untuk menyanyikannya di depan kelas. dengan cara :
- Biarkan mereka bernyanyi dengan gaya mereka masing-masing secara bebas.
- Biarkan mereka menterjemahkan isi lagu menjadi gerakan sesuai kemampuan mereka masing-masing.
- Pendidik tidak perlu menuntun mereka untuk melakukan gerakan ini dan gerakan itu (mendikte), yang akhirnya akan membatasi kreativitas gerak mereka.
Tugas pendidik di sini adalah ketika mereka selesai berekspresi secara bebas, barulah pendidik memberikan koreksinya (mengevaluasi) apabila ada gerakan-gerakan yang dirasa kurang pantas.
Dengan
kegiatan tersebut, diharapkan para pendidik dapat menangkap sejauh mana mereka berani mengekspresikan diri (berani tampil dan percaya diri).
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia pada Umumnya. Apabila ada kekurangan, dengan kerendahan hati kami mohon koreksinya. Karena kami sadar dengan sepenuhnya tiada gading yang tak retak, dan di atas lagit masih ada langit. baca juga Karakter Peserta Didik 2
Salam Pendidikan,
GS. Nugroho
Sukses buat jenengan Pak
BalasHapus